<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pilkada di NTB Vs Golput Dou Mbojo</title>
	<link>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/</link>
	<description>Bima Online Community</description>
	<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 13:43:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.2</generator>
		<item>
		<title>By: yant</title>
		<link>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-7553</link>
		<dc:creator>yant</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 08:51:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-7553</guid>
		<description>sebagai rakyat seyogyanya kita menggunakan hak pilih kita, pas kalo memilih gak mau ikut tapi kalo demo ikut2an malah ngerusak, jadi berfikir yang jernoh lah kawan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebagai rakyat seyogyanya kita menggunakan hak pilih kita, pas kalo memilih gak mau ikut tapi kalo demo ikut2an malah ngerusak, jadi berfikir yang jernoh lah kawan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rustam</title>
		<link>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-7552</link>
		<dc:creator>rustam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 06:36:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-7552</guid>
		<description>Assalamualikum..
Ada satu beberapa hal yang mungkin patut dicermati dalam masalah ini. Pertama, pertanyaan yang harus dilontarkan adalah, kenapa sampai hal ini (tidak adanya kandidat dari tanah maja labo dahu) terjadi? Apakah memang tidak ada figur yang layak untuk menjadi kandidat? Atau telah terjadi permainan politik yang mengisyaratkan adanya sabotase atau rekayasa Politik sehingga kandidat dari tanh mbojo 'digagalkan'? Jika hal ini tejadi karena memang tidak ada kandidat yang layak dari dou mbojo, saya pikir inilah saatnya dou mbojo belajar tentang kedewasaan berpolitik dan sekaligus sadar bahwa dou mbojo ternyata 'belum selevel' dengan dou yang lain. Tetapi jika telah terjadi sabotase politik, maka tidak ada pilihan lain selain BOIKOT!!! Yang kedua, inilah kenyataannya. Bahwa mbojo tidak akan pernah bisa maju jika pilar-pilar adat, status sosial serta suku masih menjadi tolak ukur/kadar utama untuk menjadikan kita berpikir bahwa kita lah yang terbaik.. Saya sepakat jika dikatakan mbojo masih localsentris... Mada dou mbojo asli, tidak ada niat menjelek-jelekkan apalagi menghina dou mbojo. Saya hanya ingin berbicara apa adanya..
Saatnya bercermin diri menuju dana mbojo berkualitas dan bermartabat!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualikum..<br />
Ada satu beberapa hal yang mungkin patut dicermati dalam masalah ini. Pertama, pertanyaan yang harus dilontarkan adalah, kenapa sampai hal ini (tidak adanya kandidat dari tanah maja labo dahu) terjadi? Apakah memang tidak ada figur yang layak untuk menjadi kandidat? Atau telah terjadi permainan politik yang mengisyaratkan adanya sabotase atau rekayasa Politik sehingga kandidat dari tanh mbojo &#8216;digagalkan&#8217;? Jika hal ini tejadi karena memang tidak ada kandidat yang layak dari dou mbojo, saya pikir inilah saatnya dou mbojo belajar tentang kedewasaan berpolitik dan sekaligus sadar bahwa dou mbojo ternyata &#8216;belum selevel&#8217; dengan dou yang lain. Tetapi jika telah terjadi sabotase politik, maka tidak ada pilihan lain selain BOIKOT!!! Yang kedua, inilah kenyataannya. Bahwa mbojo tidak akan pernah bisa maju jika pilar-pilar adat, status sosial serta suku masih menjadi tolak ukur/kadar utama untuk menjadikan kita berpikir bahwa kita lah yang terbaik.. Saya sepakat jika dikatakan mbojo masih localsentris&#8230; Mada dou mbojo asli, tidak ada niat menjelek-jelekkan apalagi menghina dou mbojo. Saya hanya ingin berbicara apa adanya..<br />
Saatnya bercermin diri menuju dana mbojo berkualitas dan bermartabat!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JALEDO</title>
		<link>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-7541</link>
		<dc:creator>JALEDO</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 12:14:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-7541</guid>
		<description>Dear teman-teman, tidak seharusnya kita golput, buruk muka, koq cermin dipecah. Kalo ada yang disesalkan, hanya satu, kita dou mbojo terlalu local centris, tidak ada lagi tokoh bima saat ini, kebanggaan sebagai orang mbojo juga semakin berkurang. Orang mbojo di Jakarta terlalu men-dewakan jabatan bupati dan wakil bupati mbojo dan dompu, from Jakarta with high ambition, mereka datang dengan membusung dada, mengaku dou mbojo terbaik, merebut tulang tanpa isi. Jadilah dou mbojo-dompu tertinggal di tingkat propinsi. Kalo betul mengaku punya uang, pengaruh di pusat, pintar, coba dong bermain di level yang lebih tinggi. Saya kira bukan kebetulan dou mbojo tidak ada yang menjadi calon, tetapi peta politik sudah diperhitungkan oleh para pemain inti saat ini. Yah, saya tidak bermaksud sektarian, dou mbojo memang sudah tertinggal atau DITINGGALKAN...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear teman-teman, tidak seharusnya kita golput, buruk muka, koq cermin dipecah. Kalo ada yang disesalkan, hanya satu, kita dou mbojo terlalu local centris, tidak ada lagi tokoh bima saat ini, kebanggaan sebagai orang mbojo juga semakin berkurang. Orang mbojo di Jakarta terlalu men-dewakan jabatan bupati dan wakil bupati mbojo dan dompu, from Jakarta with high ambition, mereka datang dengan membusung dada, mengaku dou mbojo terbaik, merebut tulang tanpa isi. Jadilah dou mbojo-dompu tertinggal di tingkat propinsi. Kalo betul mengaku punya uang, pengaruh di pusat, pintar, coba dong bermain di level yang lebih tinggi. Saya kira bukan kebetulan dou mbojo tidak ada yang menjadi calon, tetapi peta politik sudah diperhitungkan oleh para pemain inti saat ini. Yah, saya tidak bermaksud sektarian, dou mbojo memang sudah tertinggal atau DITINGGALKAN&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dou mbojo</title>
		<link>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-250</link>
		<dc:creator>dou mbojo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 03:48:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-250</guid>
		<description>Terkait dengan tidak adanya calon dari bima, tidak bisa sepenuhnya disalahkan pada saat pemilihan NTB-1 sekarang ini, kita harus meyakini bahwa semua itu adalah proses, dan kita orang bima selama ini kita terlalu bermain di daerah sendiri (baca: bima), tidak ada yang berani bereksplorasi di wilayah regional..Kalau mau GOLPUT sah2 saja, tp lihat efek kedepan bagaimana, jgn sampai dengan emosi sesaat kita bisa kalah dikemudian hari (ingat kita masih bagian NTB)..beberapa solusi kedepan sekiranya bapak/abang yang menulis ini dan kita bersama mulailah membangun paradigma untuk tidak terlalu bergantung dengan daerah lain, mulailah kita berkonsolidasi untuk 2014 (apalagi yang saya dengar banyak orang bima yang kuliah pasca sarjana di UGM--harapannya bisa digali potensinya)-..., mulailah memerhatikan potensi (kelautan,pertanian,hutan) yang ada di kita karena pada saat ini rata2 pengoptimalan sumber daya baru 40%..satu lagi kalau mau potensi tersebut maximal, daya jual terutama potensi kelautan dan pertanian berdayakan KAPET yang ada karna ada indikasi jika mengalami stagnasi akan dibekukan, so tidak usah dikirim lewat Sumbawa/Lombok, langsung saja dikirim melewati transportasi laut..satu lagi yang menarik terkadang kita orang bima tidak saling menghormati pendapat orang lain dan cenderung untuk meremehkan..Apakah bisa diperbaiki tabiat seperti itu?????Kalembo Ade abang..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terkait dengan tidak adanya calon dari bima, tidak bisa sepenuhnya disalahkan pada saat pemilihan NTB-1 sekarang ini, kita harus meyakini bahwa semua itu adalah proses, dan kita orang bima selama ini kita terlalu bermain di daerah sendiri (baca: bima), tidak ada yang berani bereksplorasi di wilayah regional..Kalau mau GOLPUT sah2 saja, tp lihat efek kedepan bagaimana, jgn sampai dengan emosi sesaat kita bisa kalah dikemudian hari (ingat kita masih bagian NTB)..beberapa solusi kedepan sekiranya bapak/abang yang menulis ini dan kita bersama mulailah membangun paradigma untuk tidak terlalu bergantung dengan daerah lain, mulailah kita berkonsolidasi untuk 2014 (apalagi yang saya dengar banyak orang bima yang kuliah pasca sarjana di UGM&#8211;harapannya bisa digali potensinya)-&#8230;, mulailah memerhatikan potensi (kelautan,pertanian,hutan) yang ada di kita karena pada saat ini rata2 pengoptimalan sumber daya baru 40%..satu lagi kalau mau potensi tersebut maximal, daya jual terutama potensi kelautan dan pertanian berdayakan KAPET yang ada karna ada indikasi jika mengalami stagnasi akan dibekukan, so tidak usah dikirim lewat Sumbawa/Lombok, langsung saja dikirim melewati transportasi laut..satu lagi yang menarik terkadang kita orang bima tidak saling menghormati pendapat orang lain dan cenderung untuk meremehkan..Apakah bisa diperbaiki tabiat seperti itu?????Kalembo Ade abang..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hery</title>
		<link>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-172</link>
		<dc:creator>Hery</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 14:43:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-172</guid>
		<description>memang susah kalau harus memilih dua dari tiga pilihan, salah satu harus mundur... entah itu sasak, samawa atau mbojo. Tentu akan menjadi tidak menyenangkan bilamana salah satunya harus tereliminasi... tapi ini kan dalam hal politik (pemilihan eksekutif) dimana kenyataan yang ada di negera kita dan bahkan mungkin jg berlaku di banyak negara lain di dunia memang hanya ada 1 pemimpin dan 1 wakil pemimpin.. kalau boleh ada 2 pemimpin/wakil pemimpin maka tentunya kenyataan yang tidak menyenangkan ini tidak perlu terjadi.... Saudara/i kami dari mbojo.... saya yakin... keputusan untuk  golput bukanlah pilihan tepat.... Presiden SBY dan wakilnya Yusuf Kala bukanlah putra NTB tapi kenapa banyak kita dari NTB yang memilihnya? Tentunya karena kita masih memiliki harapan untuk sebuah perubahan walaupun kita (masyarakat NTB) merasa pesimis jika mereka akan memberikan perhatian yang sama seperti  kepada daerah asal mereka sendiri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang susah kalau harus memilih dua dari tiga pilihan, salah satu harus mundur&#8230; entah itu sasak, samawa atau mbojo. Tentu akan menjadi tidak menyenangkan bilamana salah satunya harus tereliminasi&#8230; tapi ini kan dalam hal politik (pemilihan eksekutif) dimana kenyataan yang ada di negera kita dan bahkan mungkin jg berlaku di banyak negara lain di dunia memang hanya ada 1 pemimpin dan 1 wakil pemimpin.. kalau boleh ada 2 pemimpin/wakil pemimpin maka tentunya kenyataan yang tidak menyenangkan ini tidak perlu terjadi&#8230;. Saudara/i kami dari mbojo&#8230;. saya yakin&#8230; keputusan untuk  golput bukanlah pilihan tepat&#8230;. Presiden SBY dan wakilnya Yusuf Kala bukanlah putra NTB tapi kenapa banyak kita dari NTB yang memilihnya? Tentunya karena kita masih memiliki harapan untuk sebuah perubahan walaupun kita (masyarakat NTB) merasa pesimis jika mereka akan memberikan perhatian yang sama seperti  kepada daerah asal mereka sendiri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aba jelo</title>
		<link>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-162</link>
		<dc:creator>Aba jelo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 04:51:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-162</guid>
		<description>Kecewa dengan dengan tidak adanya wakil mbojo di pemilihan Gubernur NTB kali ini boleh-boleh saja, tapi jangan emosional dunk sampe harus memboikot PILKADA segala. Kalo GOLPUT DOU MBOJO bener-bener di laksanakan wah ngga bagus bener deh untuk pendidikan politik, kasihan generasi berikutnya mendapat imbas dari Golput semacam ini.
ketidak adanya wakil mobojo di arena PILGUB bukan berarti orang mbojo tidak punya tokoh-tokoh yang berkualitas, tapi mari kita lihat realitas politik saat ini di NTB, orang-orang mbojo jarang sekali menduduki posisi strategis di  kepengurusan partai setingkat propinsi jadi bagaimana bisa ikut terpilih jadi Cagub/Cawagub kalo  wakil mbojo sendiri tidak duduk sebagai pengurus teras sebuah partai??? Inilah realitas politik, semua prosedur politik harus menghormati sistemnya dunk, Jadi bagi dou mbojo yang menginginkan jadi Cagub/Cawagub kedepan harus masuk ke partai dan menjadi pengurus teras sebuah partai poltik dulu, sehingga memungkinkan peluang wakil mbojo menjadi CAGUB/CAWAGUB menjadi terbuka atau kalau nanti "Calon Independen" sudah memungkinkan dapat mengikuti PILKADA, agar  wakil mbojo bisa memanfaatkan peluang tersebut. Jadi mari kita sama-sama menghargai realitas politik saat ini jangan berburuk sangka yang akhirnya akan membenturkan kita pada issue etnis yang tidak produktif.
Tapi sebagai warga negara, dou mbojo pun punya hak untuk di plih maupun memilih, jadi keputusan Golput dou mbojo juga harus di hargai oleh semua komponen bangsa di NTB ini, karena seperti itulah hakekat berdemokrasi yaitu menghargai perbedaan dan SIAP menang atau kalah di Persaingan Politk yang SEHAT.

Ok, Santabe kancore, warasi makancaru ta kantiri menapu.

Salam
Aba jelo
Mataram</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kecewa dengan dengan tidak adanya wakil mbojo di pemilihan Gubernur NTB kali ini boleh-boleh saja, tapi jangan emosional dunk sampe harus memboikot PILKADA segala. Kalo GOLPUT DOU MBOJO bener-bener di laksanakan wah ngga bagus bener deh untuk pendidikan politik, kasihan generasi berikutnya mendapat imbas dari Golput semacam ini.<br />
ketidak adanya wakil mobojo di arena PILGUB bukan berarti orang mbojo tidak punya tokoh-tokoh yang berkualitas, tapi mari kita lihat realitas politik saat ini di NTB, orang-orang mbojo jarang sekali menduduki posisi strategis di  kepengurusan partai setingkat propinsi jadi bagaimana bisa ikut terpilih jadi Cagub/Cawagub kalo  wakil mbojo sendiri tidak duduk sebagai pengurus teras sebuah partai??? Inilah realitas politik, semua prosedur politik harus menghormati sistemnya dunk, Jadi bagi dou mbojo yang menginginkan jadi Cagub/Cawagub kedepan harus masuk ke partai dan menjadi pengurus teras sebuah partai poltik dulu, sehingga memungkinkan peluang wakil mbojo menjadi CAGUB/CAWAGUB menjadi terbuka atau kalau nanti &#8220;Calon Independen&#8221; sudah memungkinkan dapat mengikuti PILKADA, agar  wakil mbojo bisa memanfaatkan peluang tersebut. Jadi mari kita sama-sama menghargai realitas politik saat ini jangan berburuk sangka yang akhirnya akan membenturkan kita pada issue etnis yang tidak produktif.<br />
Tapi sebagai warga negara, dou mbojo pun punya hak untuk di plih maupun memilih, jadi keputusan Golput dou mbojo juga harus di hargai oleh semua komponen bangsa di NTB ini, karena seperti itulah hakekat berdemokrasi yaitu menghargai perbedaan dan SIAP menang atau kalah di Persaingan Politk yang SEHAT.</p>
<p>Ok, Santabe kancore, warasi makancaru ta kantiri menapu.</p>
<p>Salam<br />
Aba jelo<br />
Mataram</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jaro</title>
		<link>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-147</link>
		<dc:creator>Jaro</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 02:15:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-147</guid>
		<description>BETUL itu kawan. jika saya jadi anda, saya akan boikot Pilkada NTB. Para petinggi partai sama sekali tidak memperhitungkan saudara2 Dou Mbojo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BETUL itu kawan. jika saya jadi anda, saya akan boikot Pilkada NTB. Para petinggi partai sama sekali tidak memperhitungkan saudara2 Dou Mbojo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ardiansyah</title>
		<link>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-132</link>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 09:59:20 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.mbojo.com/pilkada-di-ntb-vs-golput-dou-mbojo/2008/03/26/#comment-132</guid>
		<description>isu golput masarakat bima yang dilontarkan sangatlah mengoyak hati nasionalisme kita dimana kita seharusnya ikut serta dalam pesta demokrasi akbar ini, tetapi terjadi sebaliknya masalah apa yang terjadi sehingga masyarakat dana mbojo enggan ikut serta dalam pesta demokrasi ini? apa ada keterkaitannya dengan pembentukan Profinsi Nusa Tenggara Tengah? apa elit politik dana mbojo tidak mampu secara politik bersaing dengan calon-calon dari daerah lain? sangat lucu kalau kedua pertanyaan itu benar adanya karna kita lihat elit politik dana mbojopun banyak yang menjadi orang-orang penting baik tingkat profinsi maupun nasional dan tidak perlu dipertanyakan konstalasi dan dedikasinya. kalau memang menyangkut dengan terbentuknya Profinsi Nusa Tenggara Tengah wah-wah..... cita-cita yang besar untuk di perjuangkan dan saya pribadi memberikan selamat karena elit politik kita telah menggagas program yang telah dilakukan oleh penjajah belanda dengan pemecahan wilayah agar dapat diinfasi dengan mudah. program ini hanya kamuflase sistem dengan mengubah namanya dengan nama Pemekaran Wilayah selamat..............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>isu golput masarakat bima yang dilontarkan sangatlah mengoyak hati nasionalisme kita dimana kita seharusnya ikut serta dalam pesta demokrasi akbar ini, tetapi terjadi sebaliknya masalah apa yang terjadi sehingga masyarakat dana mbojo enggan ikut serta dalam pesta demokrasi ini? apa ada keterkaitannya dengan pembentukan Profinsi Nusa Tenggara Tengah? apa elit politik dana mbojo tidak mampu secara politik bersaing dengan calon-calon dari daerah lain? sangat lucu kalau kedua pertanyaan itu benar adanya karna kita lihat elit politik dana mbojopun banyak yang menjadi orang-orang penting baik tingkat profinsi maupun nasional dan tidak perlu dipertanyakan konstalasi dan dedikasinya. kalau memang menyangkut dengan terbentuknya Profinsi Nusa Tenggara Tengah wah-wah&#8230;.. cita-cita yang besar untuk di perjuangkan dan saya pribadi memberikan selamat karena elit politik kita telah menggagas program yang telah dilakukan oleh penjajah belanda dengan pemecahan wilayah agar dapat diinfasi dengan mudah. program ini hanya kamuflase sistem dengan mengubah namanya dengan nama Pemekaran Wilayah selamat&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
